Sabtu, 26 Januari 2008

KELEDAI ILMU TERPELESET DI TANAH

KELEDAI ILMU TERPELESET DI TANAH


Segala puji hanya bagi Allah, Shalawat dan salam semoga di limpahkan kepada Rasulullah dan orang-orang yang loyal kepadanya…
Wa Ba’du…
Saya telah membaca dalam harian Ar-Ray Jordania tanggal 16 shafar 1417 H yang bertepatan dengan tanggal 2 juli 1996 M, sebuah berita dengan judul: “HAI’AH KIBAR ‘ULAMA SAUDI MENGECAM KASUS PELEDAKAN”.
Dalam berita itu dinyatakan: “Hai’ah Kibar Ulama di kerajaan Saudi Arabia mengecam tragedi peledakan di Khobar, dalam penjelasan yang di nukil oleh koran-koran kerajaan kemarin”
Pernyataan yang muncul dari pertemuan mendadak yang di langsungkan hari sabtu di kota Thaif dengan pimpinan Mufti Saudi Syaikh Abdul Aziz bin Baz, ialah: “sesungguhnya setelah majelis melihat, mempelajari, mengamati dan menetapkan dengan Ijma’ bahwa peledakan ini adalah perbuatan pidana yang di haramkan secara Syar’I dengan Ijma’ kaum muslimin”
SELENGKAPNYA…

STATUS ORANG _ ORANG YANG DIAM TIDAK MEMBANTU PENGUASA KAFIR DAN TIDAK PULA MENGINGKARI MEREKA

STATUS ORANG _ ORANG YANG DIAM TIDAK MEMBANTU PENGUASA KAFIR DAN TIDAK PULA MENGINGKARI MEREKA

Segala puji hanya bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarga dan sahabat seluruhnya.
Wa Ba’du
Bagaimanakah status orang-orang yang tinggal di dalam negara kafir, sedang mereka bersikap pasif, tidak membantu pemerintah kafir dan tidak pula mengingkari mereka? Inilah bahasan yang merupakan jawaban atas pertanyaan itu, ditulis oleh Syaikh Abdul Qadir Ibnu Abdil Aziz dalam Kitab Al Jami Juz 9. Beliau – semoga Allah memberkatinya – berkata :
Adapun berkaitan dengan orang-orang yang diam tidak membantu para penguasa kafir dan tidak mengingkari terhadap mereka, sedang mereka adalah mayoritas orang-orang yang (ada) di negeri ini, maka status hukum mereka itu adalah sebagai berikut :

Pertama
Dari Sisi Hukum-Hukum Iman
Dan Kekafiran

Orang yang ‘diam’ di negeri ini keadaannya tidak lepas dari salah satu dari tiga keadaan :
- Orang yang dhahirnya adalah kafir.
- Atau orang yang dhahirnya adalah muslim.
- Atau orang yang tidak nampak darinya sesuatupun yang menunjukkan bahwa dia itu muslim atau kafir.

Pertama :
Barangsiapa yang dhahirnya adalah kafir, baik kafir asli atau murtad, maka ia kafir secara hukum, seperti Kristen, Yahudi, Komunis, Atheis, dan orang murtad dengan sebab meninggalkan shalat, atau menghina agama ini atau beribadah kepada orang-orang yang sudah dikubur dengan bentuk permohonan, permintaan tolong, nadzar, sembelihan atau sebab-sebab kemurtadan lainnya.

Ke dua :
Barangsiapa yang dhahirnya muslim, maka ia muslim secara hukum, dan ia adalah yang disebut dengan muslim mastūrul hāl, yaitu orang yang nampak darinya suatu ciri dari ciri-ciri keIslaman dan tidak diketahui darinya satupun dari pembatal-pembatal keIslaman. Itu dikarenakan sesungguhnya ciri-ciri Islam adalah sebab-sebab yang nampak yang di atasnya Allah menetapkan status Islam bagi pelakunya, sehingga berlakulah baginya status hukum Islam, kecuali hal yang nampak ini diselisihi oleh hal yang nampak yang lebih kuat darinya, seperti pendatangannya akan suatu pembatal keIslaman, maka pembatal yang dhahir ini diunggulkan terhadap ciri dhahir keIslaman itu. Adapun selagi tidak diketahui suatupun pembatal darinya, maka status Islam masih tetap berlaku baginya. Rasulullah saw bersabda :
“Siapa yang shalat dengan shalat kita, dia menghadap kiblat kita, dan memakan sembelihan kita, maka itulah orang muslim.” (HR. Al Bukhari : 391).
Ibnu Hajar berkata dalam syarahnya : [Dan ada faidah di dalamnya bahwa urusan-urusan manusia itu diperlakukan sesuai dhahirnya, barangsiapa menampakkan ajaran-ajaran agama ini maka diberlakukan terhadapnya hukum-hukum pemeluk Islam selagi tidak nampak darinya yang menyelisihi hal itu]. (Fathul Bariy 1/497).
SELENGKAPNYA

PENGADILAN BAGI THOGHUT….

PENGADILAN BAGI THOGHUT….



I. PARA TERSANGKA
1. Penguasa negeri ini dan seluruh penguasa zaman ini, dan para pembantunya dan orang-orang yang melindunginya untuk menerapkan undang-undang buatannya.
2. Hakim, Mahkamah Keamanan Negara dan para pembantunya, serta semua yang memutuskan dengan undang-undang buatan.
3. Badan Intelejen mereka, para Tentara mereka, aparat keamanannya, para pendukungnya serta kaki tangannya yang melindungi undang-undang buatannya.
4. Alim ‘Ulama mereka, para pendeta mereka, dan para cendikiawan yang menyesatkan, yang menggulirkan syubhat-syubhat yang bathil dalam rangka melegalkan agama Syirik Demokrasi [hukum rakyat untuk rakyat].
5. Setiap orang yang mendukung mereka dan merestui mereka, dan berbicara atas nama mereka juga ikut serta dalam mengakui dan menjalankan agama Demokrasi mereka yang bathil.

II. TUDUHAN-TUDUHAN POKOK YANG DI DAKWAKAN
1. Menyerikatkan diri dengan Alloh dalam satu sifat yang merupakan salah satu sifat khusus Alloh [pembuatan hukum].
2. Peribadatan kepada selain Alloh Ta’ala dengan cara memalingkan atau menerima hukum dari selain-Nya.
3. Mengangkat tuhan-tuhan yang membuat hukum lagi beraneka ragam di samping Alloh.
4. Membekukan hukum-hukum Alloh dan Syari’at-syari’at-Nya, serta mengedepankan undang-undang buatan dan hukum-hukum produk bumi terhadap hukum Alloh.
5. Memerangi wali-wali Alloh yang bertauhid yang mengajak manusia untuk kafir terhadap undang-undang buatan dan yang mengikuti hukum-hukum Alloh.
6. Loyalitas terhadap musuh-musuh Alloh dari kalangan orang-orang kafir di timur dan di barat.
7. Menghalangi manusia dari jalan Alloh serta memperolok-olokan Syari’at Alloh.

III. PEMBUKTIAN
1. Undang-undang Dasar kalian dan undang-undang serta hukum-hukum kalian lainnya.
2. Realita Umat.
SELENGKAPNYA

Merekalah Orang-orang Yang Terlaknat

Merekalah Orang-orang Yang Terlaknat

Penulis berkata:

Dengar hai orang-orang yang di sebut ulama....!!
Allah telah menciptakan kami sebagai orang-orang merdeka dan kami tidak mungkin menjadi budak bagi kalian atau budak bagi sekelompok orang-orang munafik, orang-orang yang mabuk dan banci dengan nama atas agama yang kalian ingin lariskan secara palsu dan dusta atas nama Allah dan RasulNya Shalallahu 'alaihi wassalam.
Dengan atas nama Syaikh Imam Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah, kalian jajakan suatu mazhab yang mensucikan penguasa dan memberikannya sifat kema’shuman.....
Dengan atas nama Syaikh Imam Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah, kalian telah melarang dari memberikan nasihat buat orang-orang bejat itu.....
Dengan atas nama Syaikh Imam Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah, kalian menyelewengkan agama Allah dan kalian menjadikannya sebagai pijakan bagi orang-orang durjana dari Dinasti Salul.....
Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menciptakan kami merdeka dan Dia memerintahkan kami untuk ibadah kepadaNya saja, bukan ibadah kepada kalian dan bukan pula kepada tuhan-tuhan kalian kaum munafikin.
Kalian dengan fatwa-fatwa kalian itu menginginkan -dan memang kalian telah melakukannya- menjadikan kami sebagai kawanan kambing yang tidak memiliki daya dan kekuatan.
Dengar hai mufti.....!! Jazirah Arab bukanlah kavling-kavling tanah di Eropa milik bapak ibumu, dan kamu ini bukan (Paulus Urban Eropa) dan Fadh juga bukan (Raja Luis)
Jazirah Arab ini adalah negeri yang dibuka oleh para shahabat, yang mana mereka itu adalah leluhur kami, dan mereka menyiramnya dengan darah-darah mereka, disetiap tempat mereka mempunyai peperangan yang mengingatkan manusia terhadap kejayaan yang mereka lakukan. Maka tidak bisa kamu dan Dinasti Salul datang saat kelalaian para penolong agama Allah dan kalian ingin merubahnya menjadi kavling-kavling yang didalamnya kalian menguasai manusia dan tanah. Kamu dan pengikutmu di Majelis Fatwa sama sekali tidak mempunyai hak campur tangan dalam urusan-urusan kami, seolah kami ini sekedar budak-budak ditanah kavling kalian yang bernama Kerajaan Saudi.
SELENGKAPNYA………….

MEMBONGKAR KEKAFIRAN NEGARA SAUDI

MEMBONGKAR KEKAFIRAN NEGARA SAUDI

Segala puji hanya milik Allah yang telah menurunkan Al Furqan, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada sosok yang mana bi’tsah dan dakwahnya menjadi pemisah antara ahlul haq dengan orang-orang yang melampaui batas, kepada keluarganya dan para sahabatnya yang mana kecintaan, kebencian, al walaa dan al baraa di sisi mereka adalah ikatan keimanan yang paling kokoh.
Al Imam Muslim meriwayatkan didalam Shahihnya dari Aisyah radliyallaahu ‘anha bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda seraya menkhitabi para sahabatnya: “ Hinalah orang-orang Quraisy itu, karena hinaan itu lebih dahsyat pengaruhnya terhadap mereka daripada hujanan panah.”
Dan didalamnya ada ungkapan Hassan: “Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan al haq, sungguh saya akan robek-robek mereka dengan lisan saya ini seperti dirobek-robeknya kulit.”
Ini bila masalahnya adalah masalah hinaan dan jawaban akan cacian orang-orang musyrik , maka apa gerangan bila maksud utama di balik itu adalah perealisasian tauhid dengan kafir terhadap thawaaghiit dan baraa’ah darinya dengan cara menelanjanginya di hadapan manusia, membongkar kebobrokannya serta menyingkap kepalsuannya, maka ini tidak diragukan lagi tergolong bentuk taqarrub kepada Allah yang paling utama. Menghujankan panah dijalan Allah adalah perbuatan terpuji, dan mencaci musuh-musuh dien dengan lisan itu adalah sesuatu yang patut dipuji. SELENGKAPNYA…

SALAFIY IMITASI

SALAFIY IMITASI

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
dan segala puji hanya milik Allah
Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya

Wa ba’du…
Sesungguhnya Jaamiyyah dan Madkhaliyyah serta orang-orang yang berjalan diatas manhajnya, mereka tidak lain sebenarnya adalah kumpulan orang-orang sesat mariqin (yang keluar dari dien) lagi berloyalitas kepada para penguasa negeri-negeri mereka secara umum dan kepada dinasti Sa’ud secara khusus. Mereka itu kelompok dari masyayikh pemerintah dan du’atnya, bahkan banyak dari mereka bagian dari intelligent-nya, mata-matanya, anshornya, dan wali-walinya.

Sedangkan hakikat mereka sebenarnya adalah telah disimpulkan oleh banyak ulama dan du’at di zaman kita dengan dua kalimat : [ Mereka itu khawarij mariqun terhadap du’at, murji’ah zanadiqah terhadap para thoghut ]

Terhadap para du’at yang tulus mereka (bertindak,ed.) seperti orang-orang yang dikatakan oleh Ibnu Umar ra: << Makhluk yang paling jahat, mereka mengambil ayat-ayat yang turun prihal orang-orang kafir terus mereka menjadikan terhadap orang-orang mu’min >>.

Sedangkan terhadap para pemerintah thoghut dan para penanggung jawab khamr maka mereka itu bersikap dengan paham orang-yang mengatakan :<< Dosa apapun tidak berbahaya bersama keimanan >>
SELENGKAPNYA

Ayah.....Ibu...Bergabunglah dengan kami

Ayah.....Ibu...
Bergabunglah dengan kami
Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukan kepadamu jalan yang lurus (Maryam: 43).
Wahai bapakku, janganlah engkau beribadah kepada syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah (Maryam: 44).
Wahai bapakku sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa adzab dari tuhan yang maha pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaitan (Maryam: 45).
Ayah....Ibu...!! Apakah engkau mengira bahwa kita diciptakan begitu saja .....sia-sia, padahal Allah mengatakan:
Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami? (Al-Muminun: 119).
SELENGKAPNYA